Yuyun Puspa Dewi

Lahir di Bandung, alumni SDN sinarjaya kecamatan Batujajar Barat kabupaten Bandung...

Selengkapnya
Maaf memaafkan
MAAF

Maaf memaafkan

Mereka senang bermain bersama dikala akur semuanya. Saling bercanda tawa bergembira ria, bermain catur, membaca buku, berangkat mengaji atau sekedar bertukar wawasan tentang PR nya masing-masing.

Sungguh indah akhlakul karimah TITIPANMU ini Ya Allah... Mereka dengan senang hati saling pinjam mainan dan ikhlas berbagi makanan tanpa harus dengan perintah ataupun paksaan. Luar biasa kompak.

Malam telah berlalu berganti pagi walau tanpa mentari hari ini,seolah tahu suasana hati dan enggan muncul sekedar menghiasi pagi. Dan ternyata kerisauanpun terjadi,pertengkaran kecil menodai sucinya pagi, menjadi salah satu racikan bumbu olahan menu sarapan hari ini. Ketidak sengajaan sikap dan ucapan mengeruak terdengar. Tersinggung dan kecewa menyapa, marahpun tak bisa terelakkan. Tak ada yang mau mengalah dan disalahkan dan parahnya tak ada yang mau duluan minta maaf, terlebih memaafkan.

Perseteruanpun menyebarkan virus pada orangtua. Niat hati melerai perdebatan kecil malah terpancing nyebur dengan suasana mencekam. Astagfirullahaladziim...ampuni kami ya Allah... Atas kekhilafan kekhilafan perasaan egoistis kami.

Tetesan air mata telah basahi wajah lusuh ini, berselang waktu detik berlalu disuguhkan 2 jabat tangan erat dengan untaian kata indah walau terdengar masih berat... "MAAFKAN ADIK ya".. subhaanallah walhamdulillah Allohu Akbar.. Terimakasih ya Allah telah sadarkan hati kami yang membatu dan menutup diri dari hidayahMu. Mereka saling meminta maaf dan memaafkan. Terketuk hati ulurkan tangan ini meraih menjabat tangan mereka untuk meminta maaf.

Peristiwa spontanitas pagi ini memberikan pembelajaran bagi diri ini sebagai orangtua, kita bisa membiasakan untuk meminta maaf dan memaafkan. Ketika anak berbuat salah, kita bimbing mereka untuk meminta maaf,saat anak kita yang disalahkan bimbing mereka untuk ikhlas memaafkan tanpa harus menunggu oranglain untuk meminta maaf lebih dulu.

Memaafkan kesalahan oranglain adalah diantara akhlak mulia yang sangat membutuhkan kesabaran dan lapang dada supaya bisa ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan secara tulus dan ikhlas, tanpa menyisakan dendam dan rasa sakit dalam hati.

Begitupun dengan meminta maaf kita dituntut untu mengakui kesalahan kita secara kesatria yang membutuhkan keberanian untuk bisa meminta maaf mengalahkan egois, malu dan gengsi yang menyelimuti diri. Dengan bersabar pula jika orang yang kita mintai maaf justru menolak memaafkan dan malah menuntut balas atas kesalahan kita.

Sebagai orangtua kita wajib membiasakan diri menanamkan sifat pemaaf kepada anak-anak kita supaya kita dan anak-anak kita mau meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain walau proses semua itu sangat membutuhkan waktu, harus diselingi contoh suri tauladan dari orangtua.

Suatu ketika tak sengaja membentak sampai melukai hati anak-anak, kita jangan ragu untuk mengakui kesalahan kita dan berani meminta maaf kepada mereka. Dengan tulus ikhlas tanpa gengsi kita sampaikan kesalahan kita lalu minta maaf. Karena memaafkan orang lain merupakam sifat mulia yang dicontohkan Rosulullah SAW. Begitupun sebaliknya jika anak-anak yang bersalah, mari kita maafkan mereka. Teriring untaian do'a penuh harap tanamkan pemahaman anak bahwa kesalahan yang mereka perbuat dapat melukai dan menyinggung perasaan orang lain. Maka jika berbuat salah segeralah meminta maaf.

Meminta maaf dan memaafkan satu porsi dari sikap akhlakul karimah yang harus tertanam dalam hati kita. Jika kita ingin dimaafkan oleh orang lain maka kitapun harus siap dengan ikhlas tulus dan. Lapang dada untuk memaafkan kekhilafan oranglain. Jika ada orang yang tidak meminta maaf atas kesalahan yang perbuatnya tidak ada alasan kita untuk Tidak memaafkan.

Ayo kita biasakan meminta maaf dan memaafkan, tak usah malu dan ragu jangan nunggu lebaran ya... Supaya hati kita tenang kapan dan dimanapun.

#hikmahperistiwapagi#

#pertengkaranbocahkecilQ#

#pojokharapan#

#airputih16022018#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pembelajaran dasar untuk kita semua. Salam Literasi Bunda ...

16 Feb
Balas

Alhamdulillah pak. Terimakasih. Ini hanya pemandangan kami di rumah pagi ini... Salam literasi pak

16 Feb

Ada tiga kata yang sulit untuk diucapkan yaitu maaf, terima kasih dan tolong. Sulit bukan berarti tidak bisa diucapkan ya bun. Salam literasi.

16 Feb
Balas

Iya pak... Untuk salah satu diantaranya...saya masih terkadang susah dan berat melaksanakannya... InsyaAllah dg pembiasaan diri akan ikhlas menjalaninya... Terimakasih pak salam literasi

16 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali