Yuyun Puspa Dewi

Lahir di Bandung, alumni SDN sinarjaya kecamatan Batujajar Barat kabupaten Bandung...

Selengkapnya
Alhamdulillah Bisa
tangan kanan bisa

Alhamdulillah Bisa

Bulan Juli 2017 saat pertama Kegiatan Belajar Mengajar di mulai.Perkenalanpun terjalin dengan penuh aneka ragam peristiwa,ada yang tersipu malu, ada yang menangis, ada yang senyum-senyum tertawa bahagia tapi ada juga yang menangis karena malu dengan suasana baru dan takut ditinggal ibunya pulang.

Perkenalan satu sama yang lainnya berlanjut seperti apa adanya. Yang bersemangat belajar sudah siap dengan pensil dan bukunya. Padahal di Taman Kanak-Kanak tempat bermain sambil belajar tapi yang ada dibenak anak-anak belajar itu pasti menulis. Mereka seakan berlomba mencuri perhatianku dengan berbagai macam sifat dan perilakunya. Sampai suatu ketika bermain garis dengan sigap mereka pegang pensil dan menggoreskannya di buku masing-masing. Walaupun cara memegang pensilnya masih ada yang belum benar tapi mereka tetap antusias dengan permainan itu.

Mataku tertuju pada satu anak yang kuperhatikan sangat pendiam dan pemalu. Namanya Rizki Ramadhan sosok kecil hitam manis. Dia tidak seaktif teman-temannya yang lain,dia cenderung lebih suka diam dan menyendiri. Berbagai cara upaya aku usahakan untuk membujuknya agar mau bermain dengan temannya. Namun justru lebih parah malah terdiam seperti patung. Sering ku konsultasikan dengan kepala sekolah atau rekan guru yang lain tentang kondisinya.

Hari berlalu baru aku ketahui dia ternyata kidal. Dia tidak bisa beraktifitas menggunakan tangan kanan akibat pernah mengalami kecelakaan terjatuh dari atas pohon ceri.Tangan kanannya patah sehingga masih ada rasa ngilu dan kagok dipakai beraktifitas sehari-hari. Akhirnya aku maklumi keadaannya yang tak bisa menulis dan makan dengan tangan kanan. Dia pandai menggoreskan pensil itu dengan tangan kiri begitu pula waktu makan. Kucoba membujuknya untuk memakai tangan kanan tapi hasilnya parah, dia seakan tak bertenaga dan tak berdaya dengan tangan kanannya.

Ini menjadi PR yang harus ditemukan bagaimana solusi terbaiknya tanpa menyudutkan perasaannya. Menulis iya oke lah dengan tangan kiri tapi untuk berjabat tangan, memberi dan menerima sesuatu serta makan.. Diusahakan harus bisa dan dibiasakan dengan tangan kanan. Tidak semudah membalikkan telapak tangan semua butuh proses yang perlu extra sabar dan ketekunan yang teriring do'a serta keyakinan. Kerjasama orangtuapun sangat turut andil dalam kemungkinan pembiasaan baik akan terwujud. Karena pembiasaan baik tidak hanya tugas guru yang harus dilakukan di sekolah saja tapi begitupun orangtua selaku mengingatkan anak dan membiasakannya dirumah.

Semester I sudah berlalu dengan lika liku kisah disekolah. Januaripun tiba masuk di semester II semua kembali berkumpul bermain sambil belajar bersama.banyak perubahan yang lebih baik dari kemandirian mereka. Diantaranya Rizky yang sudah mandiri berada disekolah tanpa ditunggui ibunya. Permisi ijin buang air kecil atau buang air besar pun sudah bisa dia praktekan. Dia sudah berani bertanya dan menjawab pertanyaan sederhana yang disuguhkan. Dia lebih terlihat yakin dan semangat berada di sekolah dengan mau bersosialisasi dan berbagi mainan atau makanan dengan teman-temannya. Pokoknya dia sudah mengerti peraturan di sekolah dan mematuhinya. Walau terkadang masih harus selalu diingatkan.

Jadwalnya makanpun tiba semua anak bersiap berdo'a cuci tangan berlanjut mengambil mangkok makanannya dan duduk di kelompoknya masing-masing. Mereka makan dengan tertib sesekali salah satu dari mereka bisik-bisik mengungkapkan enaknya rasa makanannya. Tanpa kusengaja mataku tertuju pada dia Rizky yang sedang lahapnya menyantap makanannya dengan tangan kanan...seakan tak percaya tapi inilah bukti nyata bahwa hasil takkan mengkhianati usaha dan do'a kita selama ini. Subhaanallah aku terkagum haru dengan kejadian itu Alhamdulillah terimakasih ya Allah telah kabulkan do'a kami. Tak terasa tetesan air matapun mengalir seiring hujan siang itu.bahagia hati menyaksikan kekuasaanMu ya Allah. Padahal cuma hal sepele mungkin yang kualami. Tapi mengingat perjuangan ikhtiar selama ini untuk memberikan bimbingan yang terrbaik aku anggap ini suatu keberhasilan yang patut ku syukuri.

Kidal atau lefty (semua hal tingkah, perilaku, watak, karakter, dsb) tidaklah salah. Hanya saja budaya timur membuat kidal dipandang sesuatu yang tak pantas. Dalam agama islam dasar patokannya adalah hadis Rasulullah SAW "nabi SAW suka mendahulukan yang kanan, ketika memakai sendal, menyisir, bersuci dan dalam semua urusannya"(HR. bukhara Muslim). Hadits itu hanya anjuran jika kita melakukannya terhitung pahala dan kalaupun tidak ya tidak berdosa karena ada beberapa hal yang mungkin untuk beberapa orang tangan kirinya lebih aktif dan lebih kuat bahkan terlatih.

Alhamdulillah berkat kerjasama dan keikhlasan anak, ibu dan guru membuahkan hasil yang sungguh indah luar biasa. Alhamdulillah Rizki Bisa makan dengan tangan kanan. Terimakasih ya Allah...

Pojok harapan

Air putih, 4 Pebruari 2018

#halkecil#berhasil#

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali